Jumat, 17 Desember 2010

PEMANFAATAN EKSTRAK MENIRAN (Phyllantus niruri) SEBAGAI IMUNOMODULATOR BAGI PENDERITA PENYAKIT HEPATITIS VIRUS B

Oleh
Yuda Bhakti (G1B007091)
Indonesia menduduki peringkat keempat di dunia dengan jumlah penduduk terbanyak. Jumlah penduduk yang besar membawa konsekuensi yang besar pula, mengingat beragam tindakan sosial, ekonomi, dan pendidikan serta budaya. Penduduk dengan golongan sosial, ekonomi, dan pendidikan menengah ke bawah dihadapkan pada berbagai masalah kesehatan, terutama terkait dengan gizi, penyakit menular, serta higieni sanitasi yang kurang. Sementara penduduk dengan golongan sosial ekonomi dan pendidikan menengah ke atas, juga mempunyai masalah kesehatan yang terkait dengan gaya hidup dan pola makan. Hepatitis menjadi masalah penting di Indonesia. Hal-hal seperti pola makan dan kebersihan turut mempengaruhi masalah hepatitis di Indonesia. Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang disebabkan oleh banyak hal namun yang terpenting diantaranya adalah karena infeksi virus-virus hepatitis. Salah satunya adalah hepatitis B. Menurut WHO diperkirakan sepertiga penduduk dunia atau sekitar 2 miliar terpapar infeksi VHB lewat darah atau cairan tubuh, sekitar 5% dari penduduk dunia atau kira-kira 350 juta orang mengidap hepatitis B. Hampir 78% berdiam di Asia, dan 24-40% diantaranya akan menjadi hepatitis B kronik. Di Indonesia 20% penduduk sekitar 40 juta orang menderita hepatitis virus B, berarti secara epidemiologis Indonesia tergolong kelompok negara dengan risiko endemisitas tinggi. Sistem imun sangat jelas berhubungan dengan mekanisme pertahanan tubuh yang terdapat pada manusia. Hal ini berarti sistem imun mempunyai sifat sangat cepat tanggap dan bersifat sangat spesifik dal upaya pencegahan terhadap berbagi infeksi mikroorganisme yang menyerang tubuh. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut maka digunakan cara alternatif untuk meningkatkan sistem imun diantaranya tanaman meniran (Phyllantus niruri) yang memiliki aktivitas imunomodulator. Hampir semua bagian tanaman meniran berkhasiat sebagi obat. Banyak literatur yang menunjukkan bahwa secara turun temurun meniran dipercaya dapat menyembuhkan penyakit-penyakit yang terkait dengan saluran empedu dan berkhasiat menurunkan jumlah virus hepatitis B yang ditemukan dalam darah. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa meniran memiliki aktivitas imunomodulator. Imunomodulator berperan membuat sistem imun lebih aktif dalam menjalankan fungsinya, menguatkan sistem imun tubuh (imunostimulator) atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan (imunosuppressan). Dengan demikian, kekebalan atau daya tahan tubuh kita selalu optimal sehingga tetap sehat ketika diserang virus, bakteri, dan mikroba lainnya. Kandungan kimia yang bermanfaat dari meniran adalah flavonoid. Pada tanaman lainnya kandungan flavonoid sebenarnya juga ada, bedanya pada meniran aktivitas peningkatan sistem imunnya ternyata lebih baik. Sebagai imunomodulator, meniran tidak semata-mata berefek meningkatkan sistem imun, namun juga menekan sistem imun apabila aktivitasnya berlebihan. Jika aktivitas sistem imun berkurang, maka kandungan flavonoid dalam meniran akan mengirimkan sinyal intraseluler pada reseptor sel untuk meningkatkan aktivitasnya. Sebaliknya jika sistem imun kerjanya berlebihan, maka meniran berkhasiat dalam mengurangi kerja sistem imun tersebut. Jadi, meniran berfungsi sebagai penyeimbang sistem imun. Selain kandungan flavonoid, meniran juga mengandung filantin, hipofilantin, kalium, damar, dan tanin. Filantin dan hipofilantin mempunyai efek sebagai hepatoprotektor. Konsep Pengobatan Herbal sangat berbeda dengan konsep pengobatan Modern (yang biasanya menggunakan Kimia Sintetis sebagai obat). Misalnya dalam pengobatan kimia sintetis penyebab penyakit adalah virus, bakteri, dan pathogen (mikro organisme pembawa penyakit); sedangkan dalam pengobatan herbal, penyebab penyakit adalah lemahnya sistem imun. Dengan menggunakan pengobatan herbal, maka diharapkan menjadi pillihan alternatif penanganan penyakit hepatitis B.

Kata Kunci: Meniran, imunomodulator, hepatitis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar