Oleh
Yuda Bhakti (G1B007091)
Perubahan iklim yang diakibatkan oleh pemanasan global, belakangan ini tampaknya menjadi salah satu isu hangat yang menjadi perhatian dunia. Salah satu penyebab dari pemanasan global adalah peningkatan gas rumah kaca (greenhouse effect). Menurut wikipedia, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1 hingga 5 derajat Celciuls. Analogi sederhana untuk menggambarkan efek rumah kaca adalah ketika kita memarkir mobil di tempat parkir terbuka pada siang hari. Ketika kita kembali ke mobil di sore hari, biasanya suhu di dalam mobil lebih panas di bandingkan suhu di luar. Karena sebagian energi panas dari matahari telah di serap oleh kursi, dashboard dan karpet mobil. Ketika benda-benda tersebut melepaskan energi panas tersebut, tidak semuanya dapat keluar melalui jendela tetapi sebagian dipantulkan kembali. Penyebabnya adalah perbedaan panjang gelombang sinar matahari yang memasuki mobil dan energi panas yang dilepaskan kembali oleh kursi. Sehingga jumlah energi yang masuk lebih banyak dibandingkan energi yang dapat keluar. Akibatnya kenaikan bertahap pada suhu di dalam mobil.
Pemanasan global merupakan salah satu tanda bahwa bumi kita sudah terjadi penaikan suhu, diantaranya adalah peningkatan permukaan laut, habitat makhluk hidup pindah ke dataran lebih tinggi, keganjilan di daerah kutub, pelelehan es besar-besaran, satelit bergerak lebih cepat, ketinggian gunung berkurang, kebakaran hutan besar-besaran.
Peranan makhluk hidup khususnya manusia yang tinggal di muka bumi ini, sudah sepantasnya untuk menjaga kelestarian Bumi supaya Bumi tetap terjaga dan tidak terjadi pemanasan global yang salah satunya disebabkan oleh gas rumah kaca. Oleh karena itu, penggunaan alat peraga dari efek rumah kaca diharapkan akan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya masyarakat civitas akademika dalam berwawasan lingkungan supaya menjaga kelestarian Bumi.
Alat peraga dari efek rumah kaca ini pertama-tama membutuhkan alat-alat sebagai berikut: lima buah kaca berukuran 50 x 30 cm, dua buah kaca berbentuk segitiga sama sisi dengan panjang sisi-sisinya 50 cm, dua buah kaca berukuran 50 x 50 cm, pipa besi yang berbentuk lingkaran, dua belas buah bola lampu, dan sebuah gare seperti yang ada didalam jam yang digunakan oleh jam untuk memutar jarum jam tersebut, serta sebuah termometer.
Adapun cara pembuatannya adalah sebagai berikut:
1. Dua buah kaca yang berukuran 50 x 30 cm disatukan dan dibentuk sudut 60o dengan maksud dibuat seperti ini adalah untuk menyerupai atap dari sebuah rumah.
2. Dua buah kaca berbentuk segitiga sama kaki dengan panjang sisi-sisinya 50 cm ditempelkan di sisi-sisi dari kaca yang telah dibuat sebelumnya (seperti di cara yang pertama).
3. Dua buah kaca yang berukuran 50 x 30 cm di tempelkan di bawa kaca yang berbentuk sudut 60o (seperti di cara yang pertama).
4. Dua buah kaca yang berukuran 50 x 50 cm di tempelkan di sisi-sisi yang lainnya.
5. Sebuah kaca yang berukuran 50 x 30 cm di tempelkan di bagian bawah.
6. setelah kaca-kaca tersebut disatukan dan berbentuk menyerupai rumah, maka diletakan sebuah termometer dengan cara digantungkan didalamnya.
7. Sebuah pipa besi yang berbentuk setengah lingkaran di pasang di bagian luar, yang terlebih dahulu dibuat lubang dibagian tengahnya sebagai tempat untuk menyimpan bola lampu.
Setelah berbentuk seperti rumah maka alat peraga dari efek rumah kaca tersebut sudah jadi. Adapun cara kerja dari alat peraga tersebut adalah mengadopsi dari mekanisme efek rumah kaca yang ada di alam, dengan mekanisme sebagai berikut: pertama bola lampu dinyalakan, yang mana bola lampu tersebut diibaratkan sebagai matahari. Kemudian bola lampu tersebut menyala secara bergantian berjalan seiring dengan gare yang memutarkannya (mengikuti arah putar dari jarum jam) dan mengelilingi bentuk kaca yang telah dibuat menyerupai rumah. Cahaya dari bola lampu tersebut masuk kedalam rumah kaca yang ada di bawahnya, kemudian cahaya dari bola lampu tidak semuanya dikeluarkan dari rumah kaca tersebut dikarenakan perbedaan panjang gelombang, Sehingga jumlah energi yang masuk lebih banyak dibandingkan energi yang dapat keluar. Akibatnya secara bertahap suhu yang ada di dalam rumah kaca tersebut akan meningkat. Meningkatnya suhu yang ada di dalam rumah kaca tersebut dapat dilihat dari termometer yang dipasang di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar